Analisis Kesiapan Sekolah dalam Mengadopsi Teknologi Pembelajaran Adaptif: Perspektif Guru
Downloads
Transformasi digital pendidikan ditandai oleh kemunculan teknologi pembelajaran adaptif (adaptive learning technology) berbasis kecerdasan buatan yang menjanjikan personalisasi proses belajar. Keberhasilan adopsi di sekolah menengah atas tidak ditentukan semata oleh kecanggihan sistem, melainkan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem sekolah dengan guru sebagai aktor utama penjembatani teknologi dan praktik kelas. Artikel ini menganalisis kesiapan sekolah dalam mengadopsi teknologi pembelajaran adaptif dari perspektif guru melalui systematic literature review berpedukan protokol PRISMA 2020 terhadap tiga basis data ditambah grey literature dan forward citation tracking, dengan asesmen risiko bias menggunakan instrumen JBI. Hasil sintesis menunjukkan kesiapan sekolah dapat dipetakan ke dalam lima dimensi utama, yaitu infrastruktur teknologi dan sumber daya, kompetensi dan literasi digital guru, sikap serta penerimaan psikologis guru, kepemimpinan dan dukungan kelembagaan, serta kesiapan pedagogis dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kelima dimensi diintegrasikan ke dalam Model Konseptual Tiga Lapis dengan Ethical-Permeating Layer yang mengangkat Intelligent-TPACK Çelik sebagai kerangka etis pemersatu, sehingga menghasilkan posisi diferensial terhadap kerangka readiness global seperti UNESCO ICT-CFT dan UNESCO AI Competency Framework for Teachers 2024. Implikasi praktis disusun berdasarkan lima domain kerangka UNESCO tersebut dengan memperhatikan tiga generasi ALT, Explainable AI, dan strategi komunitas belajar profesional tematik AI.
Copyright (c) 2026 Himam Nur Wahidin, Wiji, Wahyu Arohman H, M. Ali Basroh, Retno Wahyu Ningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



