Optimalisasi Maritime Domain Awareness Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Resiliensi Keamanan Maritim Indonesia Menghadapi Ancaman Hibrida Global Pada Jalur Perdagangan Internasional Indo-Pasifik
Downloads
Perkembangan ancaman hibrida global di kawasan Indo-Pasifik telah meningkatkan kompleksitas tantangan keamanan maritim yang tidak hanya mencakup ancaman militer, tetapi juga kejahatan lintas negara, serangan siber, gangguan ekonomi, dan ancaman informasi. Sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis dalam jalur perdagangan internasional, Indonesia membutuhkan sistem Maritime Domain Awareness (MDA) yang mampu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman secara cepat serta terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi MDA Indonesia dalam menghadapi ancaman hibrida global serta merumuskan strategi optimalisasi MDA berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan resiliensi keamanan maritim nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus strategis. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, observasi, serta wawancara mendalam dengan para ahli dan pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MDA Indonesia masih menghadapi kendala berupa fragmentasi data antarinstansi, keterbatasan pengawasan real-time, ancaman siber, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi AI. Strategi optimalisasi berbasis AI melalui integrasi Big Data Analytics, Machine Learning, sistem peringatan dini, dan dukungan pengambilan keputusan dapat memperkuat dimensi Sea Power, Economic Development, Marine Environment, dan Human Security. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan AI-Based MDA merupakan strategi penting dalam membangun sistem keamanan maritim Indonesia yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Copyright (c) 2026 Lukman Yudho Prakoso, Hudiarto Krisno Utomo, Harri Dolli Hutabarat, Asep Iwa Soemantri, Steven Toar Sambouw

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



