Partisipasi Masyarakat dalam Program Percepatan Penurunan Stunting di Kampung Yoka Distrik Heram Kota Jayapura
Downloads
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya prevalensi stunting di Kota Jayapura, khususnya di Kampung Yoka, Distrik Heram, yang mengindikasikan bahwa keberhasilan Program Percepatan Penurunan Stunting tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi kondisi stunting di Kampung Yoka, bentuk partisipasi masyarakat dalam program percepatan penurunan stunting, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori partisipasi masyarakat dari Cohen dan Uphoff, Ndraha, serta tangga partisipasi Arnstein untuk menganalisis keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan program. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas tenaga kesehatan, kader posyandu, ibu hamil, ibu balita, aparat kampung, dan penyuluh KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting di Kampung Yoka dipengaruhi oleh faktor multidimensional, seperti rendahnya pengetahuan gizi, keterbatasan ekonomi, pola konsumsi tradisional, serta akses layanan kesehatan yang belum optimal. Partisipasi masyarakat terlihat dalam bentuk kehadiran pada kegiatan posyandu, penyuluhan gizi, gotong royong, dukungan tokoh adat dan agama, serta kerja sama dengan aparat kampung, meskipun tingkat keterlibatannya belum merata. Faktor pendukung partisipasi meliputi budaya gotong royong, dukungan tokoh masyarakat, ketersediaan pangan lokal, dan keberadaan program pemerintah, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya pengetahuan gizi, keterbatasan ekonomi, kebiasaan budaya tertentu, dan kesibukan masyarakat. Pembahasan menunjukkan bahwa modal sosial dan budaya lokal berperan strategis dalam memperkuat partisipasi masyarakat dan menentukan keberhasilan program percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah dan pemangku kepentingan meningkatkan edukasi gizi berbasis budaya lokal, memperkuat peran posyandu dan kader, serta mendorong kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Copyright (c) 2026 Alosius Karubaba, Avelinus Lefaan , Ferry R. P. P. Sitorus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



