Ekonomi Tanpa Batas 2026: Strategi Konvergensi Wilayah untuk Menciptakan Pertumbuhan Super Cepat, Merata, dan Berkelanjutan di Era Transformasi Global

Konvergensi wilayah pertumbuhan ekonomi transformasi global ekonomi berkelanjutan PDRB integrasi regional

Authors

August 22, 2026

Downloads

Transformasi ekonomi global 2026 yang ditandai oleh digitalisasi, fragmentasi rantai pasok, dan transisi energi menuntut negara berkembang seperti Indonesia untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memastikan pemerataan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi konvergensi wilayah untuk mendorong pertumbuhan yang cepat, merata, dan berkelanjutan di Indonesia pada era transformasi global. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan dukungan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, World Bank, Bappenas, dan IMF, serta dianalisis menggunakan model ?-convergence dan ?-convergence. Temuan menunjukkan bahwa ketimpangan PDRB per kapita antarwilayah masih sangat tinggi, dengan DKI Jakarta mencapai sekitar 10 kali lipat dibanding Nusa Tenggara Timur, dan proses konvergensi berlangsung lambat (weak convergence) karena terkendala oleh ketimpangan infrastruktur, konsentrasi investasi di Pulau Jawa, rendahnya kualitas SDM di wilayah timur, serta akses teknologi yang tidak merata. Penelitian ini menawarkan konsep "superhub ekonomi regional" sebagai strategi baru percepatan konvergensi berbasis konektivitas tinggi dan efek rambatan (spillover effect) yang mengintegrasikan wilayah tertinggal ke dalam ekosistem ekonomi nasional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi konvergensi berbasis superhub ekonomi regional yang didukung oleh pemerataan infrastruktur, desentralisasi investasi, penguatan SDM lokal, dan percepatan transformasi digital dapat mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.