Pengaruh Work Engagement dan Psychological Empowerment terhadap Organizational Commitment Dimoderasi dengan Perceived Organizational Support

Keterlibatan kerja pemberdayaan psikologis komitmen organisasi, dukungan organisasi yang dirasakan perbankan Indonesia SEM-PLS

Authors

May 13, 2026

Downloads

Penelitian ini menganalisis pengaruh work engagement dan psychological empowerment terhadap organizational commitment dengan perceived organizational support (POS) sebagai variabel moderasi pada karyawan perbankan Indonesia. Latar belakang didasari tingginya turnover (12,5%) dan rendahnya engagement (22%) di sektor jasa keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 400 karyawan perbankan di Jabodetabek melalui purposive sampling, dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4.0. Hasil menunjukkan work engagement berpengaruh positif signifikan terhadap organizational commitment (b=0,316; p<0,05), psychological empowerment berpengaruh positif signifikan (b=0,330; p<0,05), POS berpengaruh positif signifikan (b=0,358; p<0,05), POS memperkuat hubungan work engagement dengan komitmen (b interaksi=0,287; p<0,05); namun POS tidak memoderasi hubungan psychological empowerment dengan komitmen (b interaksi=-0,002; p>0,05). Model menjelaskan 41,9% varians komitmen (R²=0,419). Implikasi secara teoretis, temuan memperkaya integrasi JD-R Model, Psychological Empowerment Theory, dan Organizational Support Theory dengan menunjukkan POS hanya sebagai penguat (amplifier) untuk work engagement tetapi tidak untuk psychological empowerment. Secara praktis, manajemen perbankan disarankan membedakan strategi peningkatan work engagement harus disertai penguatan POS, sementara pemberdayaan psikologis dapat dilakukan secara independen untuk memperkuat komitmen dan menurunkan turnover.