'Ashabiyah dan Kekuatan Kolektif: Studi Komparatif antara Pemikiran Ibnu Khaldun dan Realitas Politik Taliban

ashabiyah Ibnu Khaldun Taliban politik Afghanistan

Authors

  • Nabil Saputra
    nabilsaputra819@gmail.com
    UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia, Indonesia
March 3, 2026

Downloads

Pemikiran politik Islam klasik, khususnya konsep 'ashabiyah Ibnu Khaldun, menawarkan kerangka analitis yang relevan untuk memahami dinamika kekuasaan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep 'ashabiyah Ibnu Khaldun dengan realitas politik Taliban sebagai kelompok yang berhasil membangun dan mempertahankan kekuasaan di Afghanistan. Melalui studi literatur, penelitian ini menelaah pemikiran Ibnu Khaldun mengenai solidaritas kelompok sebagai fondasi berdirinya negara, kemudian membandingkannya dengan karakteristik kekuatan kolektif Taliban sejak kemunculannya hingga keberhasilannya kembali menguasai Afghanistan pada 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komparatif, membandingkan konsep teoretis 'ashabiyah dengan data historis dan politik perkembangan Taliban. Sumber data primer meliputi karya Muqaddimah Ibnu Khaldun, sementara sumber sekunder terdiri dari literatur akademik tentang politik Afghanistan dan gerakan Taliban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 'ashabiyah Taliban terbentuk melalui ikatan keagamaan, kepemimpinan kharismatik, serta pola hidup sederhana yang memperkuat kohesi internal, selaras dengan teori Ibnu Khaldun. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dinamika konflik modern, terutama ketimpangan teknologi militer dan pengaruh geopolitik global, menghadirkan faktor-faktor baru yang tidak sepenuhnya tercakup dalam teori klasik Ibnu Khaldun. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa konsep 'ashabiyah tetap relevan, tetapi perlu diperkaya dengan perspektif kontemporer untuk memahami realitas politik masa kini secara lebih komprehensif